Wabup Tana Tidung Pimpin Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Sesayap

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting bersama Kecamatan Sesayap yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati, Jumat (26/6/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tana Tidung sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tana Tidung, Sabri, S.Pd. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penanganan stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Sesayap.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program penurunan stunting, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga instansi terkait. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan setiap anak memperoleh pemantauan dan pelayanan kesehatan yang optimal.

Ia menekankan bahwa penimbangan rutin balita merupakan salah satu kunci utama dalam memantau tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan tersebut, kondisi gizi anak dapat dipantau secara berkala sehingga efektivitas berbagai program intervensi dapat dievaluasi berdasarkan data yang akurat.

Rakor ini dihadiri Camat Sesayap beserta jajaran, para kepala desa atau perwakilan desa, perwakilan BKKBN, kader Posyandu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sesi diskusi, para kepala desa dan kader Posyandu menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan penimbangan, masih adanya stigma terhadap stunting, serta kesulitan menemui orang tua di rumah meskipun kader telah melakukan pendekatan secara langsung melalui aksi jemput bola.

Sebagai tindak lanjut, rapat menghasilkan sejumlah langkah strategis yang akan diperkuat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut meliputi penerapan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat, optimalisasi pemanfaatan data kependudukan untuk menjangkau sasaran, peningkatan edukasi kepada orang tua saat pelaksanaan Posyandu, serta penguatan sinergi dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Melalui koordinasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap angka partisipasi penimbangan balita terus meningkat. Dengan data yang semakin akurat, berbagai intervensi penanganan stunting dapat dilakukan secara tepat sasaran guna mewujudkan generasi Tana Tidung yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.