Tana Tidung, 20 Mei 2024 - Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Goes to School dilaksanakan di gedung SMP TU 1 Tana Tidung pada hari Senin, 20 Mei 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Tidung, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung, Plt Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi, Kepala Sekolah, serta siswa-siswi SMP TU 1 Tana Tidung.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Bupati Tana Tidung menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tiga beban masalah gizi (Triple Burden) yaitu stunting, wasting, obesitas, serta kekurangan zat gizi makro seperti anemia. Berdasarkan survei dasar UNICEF tahun 2017, ditemukan adanya perubahan pola makan dan aktivitas fisik pada remaja. Sebagian besar remaja menggunakan waktu luang untuk kegiatan tidak aktif, sepertiga remaja mengonsumsi cemilan buatan pabrik atau makanan olahan, sementara sepertiga lainnya rutin mengonsumsi kue basah, roti basah, gorengan, dan kerupuk.
Perubahan gaya hidup juga terjadi dengan semakin terhubungnya remaja pada akses internet, sehingga mereka lebih banyak membuat pilihan mandiri yang seringkali kurang tepat dan menyebabkan masalah gizi. Konsekuensi masalah gizi pada remaja dapat menurunkan potensi akademik, kapasitas kerja, dan produktivitas baik saat ini maupun di masa depan. Masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya penyakit tidak menular, yang bila berlanjut hingga dewasa akan mempengaruhi kesehatan generasi berikutnya.
Untuk hidup aktif, sehat, dan produktif, manusia memerlukan lebih dari 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa tidak ada satu pun jenis pangan yang lengkap gizinya kecuali ASI. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan gizi baik makro maupun mikro, diperlukan konsumsi pangan dengan berbagai jenis, kandungan gizi yang cukup, dalam jumlah yang seimbang, dan tentunya aman.
Kajian para pakar gizi menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan, hanya memiliki satu pola pangan pokok yaitu beras dan mie. Budaya konsumsi pangan seperti ini perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, sekolah, maupun masyarakat khususnya di ruang lingkup keluarga, agar sedini mungkin memperhatikan pola konsumsi pangan anak-anak. Sekolah sebagai institusi pendidikan senantiasa memberikan edukasi tentang pola konsumsi pangan yang baik kepada siswa-siswinya.
Bupati Tana Tidung menghimbau kepada anak-anak remaja Kabupaten Tana Tidung untuk membiasakan pola konsumsi pangan yang sehat, agar kedepannya menjadi generasi yang memiliki kualitas daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional. "Sekolah harus terus memberikan edukasi mengenai pola konsumsi pangan yang baik dan sehat kepada siswa-siswinya," ungkap beliau.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi kesehatan serta masa depan generasi muda Kabupaten Tana Tidung.
23 Jun 2026
22 Jun 2026
19 Jun 2026
19 Jun 2026
18 Jun 2026
16 Jun 2026
15 Jun 2026
15 Jun 2026