Tumbuhkan Budaya Literasi, Dinas Pendidikan Tana Tidung Gelar Lokakarya Gerakan Literasi Sekolah

Abad 21 yang ditandai dengan kemudahan informasi, komputasi, otomasi, dan komunikasi menuntut kemampuan literasi dasar yang terdiri atas baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan. Namun berbagai hasil penelitian (PIRLS 2011, PISA 2009 & 2012) mengungkapkan bahwa budaya literasi khususnya kemampuan membaca peserta didik di Indonesia menduduki peringkat terendah dari negara lainnya. Ironinya, hasil penelitian yang dilakukan INOVASI, program kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Pemerintah Australia menemukan hasil bahwa kemampuan literasi peserta didik di Kalimantan Utara lebih rendah dari tingkat nasional.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung menyelenggarakan Lokakarya Gerakan Literasi Sekolah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Boarding School SMP Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung pada tanggal 2-4 Oktober 2019 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Bapak Usman, S.Pd. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan tersebut mengutarakan bahwa kemampuan literasi perlu ditumbuhkan sejak dini dengan mengoptimalkan peran tri pusat pendidikan. Sabtu (2/11/19)

Di rumah, di sekolah, dan di masyarakat perlu pembudayaan membaca. Inilah makna dari kata gerakan tersebut”, ucap Usman, S. S.Pd. Lanjutnya, di zaman ini, informasi begitu mudah menyebar menggunakan bantuan teknologi. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir analisis dan kritis yang merupakan bagian dari kemampuan literasi.

Hadir sebagai narasumber, Dharmawati, S.Pd., M.Si. Kepala sekolah berprestasi tingkat nasional asal Kota Tarakan tersebut membimbing peserta mulai dari orientasi literasi hingga pada praktik baik. Materi yang dibawakan yaitu teknik membacakan cerita, mengelola sudut baca di kelas dan arela sekolah, mendesain kelas kaya literasi, memilih buku bacaan, puisi sebagai sumber belajar, dan menulis buku cerita berbasis kearifan lokal “Pada tataran sekolah, budaya literasi dimulai dari kepala sekolah dengan mencontohkan membaca secara rutin dan menulis produktif” kata fasilitator nasional literasi tersebut.

Ketua Panitia kegiatan melaporkan bahwa peserta pada kegiatan tersebut ialah kepala sekolah SD/MI dan SMP/MTS sekabupaten Tana Tidung sejumlah 40 orang. “Peserta pada kegiatan ini adalah kepala sekolah. Semoga dengan memahami gerakan literasi sekolah maka dapat menggerakkan sumber daya yang ada di sekolah dan menggalang dukungan pihak terkait dalam menyukseskan gerakan literasi sekolah” tutur Diana, M.Pd. Kepala Seksi Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut mengungkapkan bahwa gerakan literasi sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Permendikbud Nomor 35 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. “Kegiatan ini juga merupakan ikhtiar dalam mewujudkan kabupaten Tana Tidung berbudaya literasi" tutup Diana.