Acara Tradisi & Budaya Masyarakat Suku Tidung Tulak Bala Bulan Safar

Tradisi dan budaya masyarakat Suku Tidung Tulak Bala Bulan Safar dengan Tema "Dengan Tulak Bala Kita Jalin Silaturahmi dan Lestarikan Kearifan Lokal" berlangsung di Pelabuhan Keramat-Tideng Pale, pada 27 Safar 1445 H/13/9/2023 M.
Dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dandim 0914/TNT, Kapolres, Ketua dan Anggota DPRD, , Staf Ahli, Kepala Kemenag,   Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan masyarakat Kabupaten Tana Tidung.
Tradisi tulak bala adalah tradisi doa di Rabu awal dan akhir bulan Safar dengan membawa aneka makanan yang khasnya adalah imbiuku atau ketupat yang terbuat dari daun nipah atau umbus, setelah pembacaan doa Tulak Bala dilanjutkan dengan tradisi mandi safar atau mandi Salamun, dengan maksud agar mandi dengan air mengalir sifat negatif terbawa oleh air tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tradisi menimbang bayi yang lahir di Bulan Safar agar sianak kelak mempunyai perilaku yang baik. 
Sambutan Bupati Tana Tidung yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Idham Nur, S.Hut, M.Ap. menyampaikan bahwa esensi dari acara Tulak Bala Bulan Safar ini tidak lain semata-mata memohon perlindungan kepada Allah SWT agar Bumi Upun Taka dan seluruh masyarakatnya terhindar dari bencana dan marabahaya.