Tabligh Akbar isra mirad

Tideng Pale - Ada yang berbeda saat peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H kali ini. Selasa (25/4) lalu momen Isra Miraj disemarakkan kehadiran  Gus Abdurrahman bin Syeikh Arifin Bin Ali Bin Hasan dan tausyiahnya akan makna di balik peristiwa Isra Miraj yang dialami nabi besar Muhammad SAW.

Dia, seorang ulama besar yang masih terbilang muda dan ternama yang sudah melanglang buana ke beberapa wilayah Indonesia hingga luar negeri. Dalam kilas baliknya, kata Gus Abdurrahman, momen Isra Miraj mengajarkan penerus Nabi Muhammad SAW  untuk terus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT yang tak terhingga pemberiannya terhadap seluruh ummat manusia.” Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang dimuliakan Allah SWT. Perjalanan Isra Miraj ini pula merupakan bagian dari peristiwa iman dan momentum untuk melaksanakan kewajiban umat Islam, yakni salat 5 waktu,” ungkap Gus Abdurrahman bin Syekh Arifin bin Ali bin Hasan ini.

Asal muasal kewajiban umat Islam wajib melaksanakan salat 5 waktu, yakni bermula atau tepatnya pada tanggal 27 Rajab ( penanggalan dalam Islam, Red) terjadi sebuah peristiwa yang maha dahsyat, kembali Gus Abdurrahman memulai kilas baliknya.  Yakni lanjutnya,  perjalanan Nabi Mumammad SAW pada suatu malam  dimulai dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian dilanjutkan ke SidratulMuntaha guna menerima perintah salat dari Allah SWT. “Dari sanalah kita sebagai umat islam wajib melaksanakan salat. Bagaimana tawar menawar Rasulullah kepada pencipta hingga angka 5 ditetapkan sebagai jumlah salat dalam sehari yang wajib dilakukan umat Islam,”urainya.

Dalam peringatan Isra Miraj yang digelar di Masjid Agung At-Taqwa tersebut, juga dihadiri Bupati KTT, H. Undunsyah, beberapa pejabat eselon II, III dan IV serta staf, Kapolsek, Danramil, camat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di KTT yang digelar Selasa (25/4). Dalam sambutannya, bupati diwakili Sekda Yusuf Badrun. Tema yang diusung yakni ‘Jadikan Salat sebagai Sarana Mewujudkan Sifat Tawadhu, Disiplin, Sabar dan Jujur dalam Bermasyarakat’.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dikunjungi ulama. Semoga dengan kunjungan ulama di KTT membawa berkah bagi masyarakat. Karena sesuai dengan pepatah mengatakan kalau kita selalu dekat penjual parfum maka wanginya akan membawa kita wangi juga, demikian dengan kita selalu mendekat ulama mudah-mudahan hidup kita penuh berkah serta selamat dunia akhirat,”ungkap Badrun.

Lanjutnya, peringatan Isra Miraj ini diselenggarakan untuk mengingatkan umat Islma agar selalu mempelajari apa makna dan hikmah yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Salah satu hikmah Isra'Miraj yang terpenting adalah tentang kewajiban salat lima waktu yang Allah peritahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. “Isra Miraj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi sosial, melainkan juga transformasi spritual mengajarkan kita semua untuk patuh kepada apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah SWT, dan kita dapat memetik makna dari peringatan Isra Miraj ini," kata Yusuf Badrun.  

(*/Agg/zia)

Sumber : kaltara.prokal.co.id