Tingkatkan Mutu Pendidikan, KTT Perkuat Literasi

Memiliki keterampilan membaca (literasi) merupakan kunci sukses di abad 21. Dibutuhkan strategi khusus, supaya anak dari tingkat SD, sudah memiliki keterampilan literasi. Focus Group Discussion (FGD) pendidikan merekomendasikan tiga strategi untuk mendongkrak keterampilan literasi SD di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Ketiga strategi itu adalah pelatihan guru, peningkatan budaya baca, dan layanan khusus kepada siswa lamban belajar (slow learner).

Kegiatan FGD berlangsung di Aula Disdikbud KTT, FGD ini diikuti seratusan peserta dari unsur pejabat Disdikbud KTT, kepala sekolah, pengawas dan guru. Hadir empat orang narasumber dari Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dan Disdikbud Bulungan untuk memberi masukan. FGD ini sendiri bertujuan menggali kunci keberhasilan program INOVASI dalam meningkatkan keterampilan membaca pada level SD di Kaltara. INOVASI merupakan program kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia-Indonesia. Kamis (05/12/2019)

Kadisdikbud KTT, Jafar Sidik mengatakan keterampilan membaca merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hanya dengan bisa membaca, anak mampu mempelajari semua mata pelajaran, menguasai keterampilan dan berprestasi. Keterampilan ini harus dikuasai anak, paling lambat saat kelas 3 SD. Guna memastikan anak memiliki keterampilan membaca, perlu sebuah program literasi yang terencana dan terukur. Ia berharap pengalaman dan praktik baik INOVASI yang sudah teruji di Bulungan dan Malinau, juga bisa diimplementasikan di KTT.