Ajung Berambang Padau Talu Dulung Disambut Meriah di Pelabuhan Keramat Tideng Pale

Tideng Pale, Rabu (21/8/2024) - Ajung Berambang Padau Talu Dulung, sebuah perahu tradisional khas Tana Tidung, disambut meriah saat tiba di Pelabuhan Keramat Tideng Pale. Penyambutan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan Irau ke-7 Kabupaten Tana Tidung. Bupati Tana Tidung secara langsung menyambut kedatangan ajung tersebut, didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Tidung, unsur Pimpinan Forkopimda, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Tana Tidung.

Ajung Berambang Padau Talu Dulung, sebagai simbol kebudayaan dan kearifan lokal, menjadi pusat perhatian dalam penyambutan yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kehadiran masyarakat yang berbondong-bondong ke pelabuhan menambah semarak suasana, mencerminkan rasa bangga dan kecintaan terhadap warisan budaya leluhur.

Usai prosesi penyambutan di pelabuhan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi Irau ke-7 Kabupaten Tana Tidung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Joesoef Abdullah. Bupati Tana Tidung secara simbolis membuka acara tersebut, menandai dimulainya berbagai kegiatan dan perayaan yang akan berlangsung selama Irau.

Pada momen pembukaan ini, Kabupaten Tana Tidung mencatat sejarah dengan memecahkan tiga Rekor MURI sekaligus, yaitu:

  1. Ajung Berambang Padau Talu Dulung Terbesar: Ajung berukuran raksasa ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tana Tidung dan keberhasilan dalam melestarikan budaya tradisional.
  2. Pensubon Sawat Terbesar: Pensubon sawat, sebuah kain tradisional, dibuat dalam ukuran terbesar yang pernah ada, menandai keunikan dan kekayaan budaya tekstil di daerah ini.
  3. Pembuatan Lilin Aromaterapi: Lilin aromaterapi yang dibuat dalam jumlah dan ukuran terbesar, menunjukkan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengolah bahan-bahan lokal.

Irau ke-7 Kabupaten Tana Tidung tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada dunia. Melalui pencapaian ini, Bupati Tana Tidung mengungkapkan harapannya agar warisan budaya Tana Tidung dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda, serta menjadi daya tarik wisata yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Acara pembukaan Irau ini disambut dengan antusias oleh seluruh masyarakat, yang turut merasakan kebanggaan atas pencapaian dan keberhasilan yang diraih. Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, Irau ke-7 Kabupaten Tana Tidung diharapkan dapat berlangsung dengan sukses dan membawa dampak positif bagi perkembangan daerah.