Siapkan Pembelajaran Untuk Peserta Didik Milenial, Disdik Adakan Lomba RPP Abad 21

Generasi milenial yang kini sedang menempuh pembelajaran di sekolah tengah hidup pada zaman penuh kompetisi. Untuk dapat berkompetisi, dibutuhkan kompetensi kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan komunikasi. Kompetensi tersebut dikembangkan melalui pembelajaran berbasis literasi, high order thingking skill (HOTs), dan penguatan pembelajaran karakter (PPK) yang berlangsung di kelas. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran yang sesuai generasi milenial.

Untuk meningkatkan motivasi guru dalam mendesain pembelajaran tersebut, Dinas Pendidikan mengadakan lomba rencana pelaksanaan pembelajaran abad 21. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Boarding School SMP Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, Senin (04/11/19)

Diana, M.Pd selaku ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa peserta pada kegiatan tersebut ialah guru SD/MI dan SMP/MTS terbaik sekabupaten Tana Tidung yang sebelumnya telah dibimbing oleh narasumber Prof. Dr. Zulela dalam Diklat RPP beberapa waktu lalu.

Peserta merupakan utusan masing-masing sekolah yang dipilih oleh kepala sekolahnya. Juri pun dipilih dari berbagai kalangan, yakni fasilitator nasional literasi, guru berprestasi nasional, dan pejabat dinas pendidikan” tutur Diana, M.Pd.

Lomba diselengarakan pada lima kategori yakni guru kelas atas, guru kelas bawah, guru IPA, guru bahasa Indonesia, dan guru matematika. Setelah melewati uji similirity pada bagian tertentu di RPP, dilakukan penilaian dokumen. Hasilnya 33 peserta lolos dan mengikuti tahap presentasi. Dari hasil penjurian diperoleh pemenang masing-masing kategori mulai dari juara 1, 2, dan 3.

Untuk diketahui juara 1 pada masing-masing kategori di atas secara berturut yakni Usman Yasir, M.Pd; Ebi Emilia S.P, Jusia Romadiani, S.Pd, Evi Sulviani, S,Pd dan Sulistianingsih, S.Pd. Masing-masing pemenang mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan.

Semoga memotivasi dalam meningkatkan kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran” harap Kasi Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut.

Ia melanjutkan bahwa kegiatan ini didasari oleh Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.

 “Dalam peraturan tersebut dikemukakan bahwa pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan komunikasi efektif. Jika bembelajaran berlangsung semagaimana regulasi tersebut, maka generasi Tana Tidung ke depan mempunyai daya saing untuk berkompetisi” ucap Diana mengakhiri.