Rapat Koordinasi dan Sosialisasi SKB Menteri

Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar Rapar Koordinasi dan Sosialisasi SKB Menteri tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol, Atribut serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI) yang berlangsung di ruang rapat wakil bupati. Selasa, (09/02/2021).

Acara yang dibuka oleh Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra, Asnol, S.Pd., M.M ini dalam rangka memelihara dan menciptakan suasana yang aman tertib dan tenteram di lingkungan Kabupaten Tana Tidung (KTT) serta menindaklanjuti hasil rapat Kominda Provinsi Kalimantan Utara tanggal 25 januari lalu perihal pembahasan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri dan Lembaga.

Pada laporan Plt. Seretaris Badan Kesbangpol, Yunus Yalas, S.Pd.,M.Pd membacakan Keputusan Bersama Mendagri, Menhum dan HAM, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Ka BNPT No 220-4780 Tahun 2020, No M.HH-14.HH.05.05 Tahun 2020, No 690 Tahun 2020, No 264 Tahun 2020, No KB/3/XII/2020, No 32 Tahun 2020, tentang Larangan Kegiatan Pemggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan Fornt Pembela Islam.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kodim 0914/Tnt, Kapolsek Sesayap, Kepala OPD terkait, Perwakilan Ormas, Perwakilan Parpol, serta instansi vertikal di Lingkup Tana Tidung.

Sementara dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten 1, Asnol menjelaskan bahwa meski keputusan tersebut diwarnai pro dan kontra oleh sebagian masyarakat, namun kita percaya bahwa keputusan tersebut diambil sudah tentu telah melewati berbagai pertimbangan secara matang dan mendalam.

"Pro-kontra ditengah masyarakat merupakan suatu yang wajar dialam demokrasi, tapi hendaknya semua itu disalurkan melalui jalur-jalur yang telah disediakan oleh konstitusi. Jangan sampai ketidaksetujuan kita terhadap keputusan tersebut disuarakan melalui jalur-jalur yang salah yang justru akan menimbulkan persoalan baru dikemudian hari." ujar Asnol.

Melalui sambutannya ia mengimbau kepada masyarakat KTT untuk meningkatkan sinergitas, terus bergandengan tangan tangan, bahu membahu dalam menghadapi setiap tantangan yang semakin berat, apalagi dimasa pandemi sekarang ini serta tidak mudah percaya berita atau informasi yang tidak jelas dan dapat menimbulkan perpecahan.