Workshop Pendampingan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Bertempat di Gedung Pendopo Djaparuddin, Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar Workshop Pendampingan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Lingkungan Kabupaten Tana Tidung. Senin, (16/11/2020).

Kegiatan workshop dibuka langsung oleh Pjs. Bupati Tana Tidung Dt. Iqro Ramadhan, S.Sos.,M.Si. dihadiri Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Kaltara, Norman, SE.,M.Si sekaligus mewakili sambutan Pjs. Gubernur Kaltara.
Kabag Ketatalaksanaan Inovasi dan Akuntabilitas, M. Burhanuddin, S.IP dan Sekretaris Tim Asistensi Reformasi Birokrasi Daerah, H. Saharin, K, S.Pi.,M.Pi sebagai narasumber.

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Dalam hal ini, setiap organisasi diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku, sesuai yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Workshop ini juga turut dihadiri Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, serta tim pendamping SAKIP dari masing-masing OPD di lingkup Pemkab Tana Tidung serta 9 OPD lingkup Pemprov Kaltara.

SAKIP sendiri sudah di terapkan di Kabupaten Tana Tidung dengan menggunakan metode logical framework sebagai instrumen analis yang dilakukan oleh setiap OPD sebagaimana yang diatur dalam Permenpan nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara review atas laporan kinerja instansi pemerintah. ujur Pjs. Bupati Tana Tidung pada sambutannya.

"Pada tahun 2019, KTT memperoleh nilai B dalam penerapan SAKIP, dimana hasil evaluasi ini dilakukan oleh KEMENPAN-RB. Selain itu dalam menunjang pemerintahan yang Good and Clean Governance di tahun 2020 KTT juga telah menerapkan pelaksanaan RB dengan melibatkan 10 OPD yang dievaluasi untuk mendorong 8 area perubahan yang berimplikasi pada kinerja, inovasi, dan pelayanan publik yang lebih baik." sambung Datu Iqro.

Ia juga menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan workshop ini menjadi media penyelesaian bagi OPD yang ada di KTT agar dapat menyelesaikan permasalahan SAKIP secara smart tanpa menurunkan target kinerja.
"Melalui pendampingan ini pula saya berharap agar nilai SAKIP di Kabupaten Tana Tidung bisa naik menjadi BB". pungkasnya.