Dalam rapat Steering Committee Program INOVASI, KTT melaporkan hasil tes literasi dasar Kabupaten Tana Tidung. Turut hadir dalam rapat ini perwakilan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kemdikbud, Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, perwakilan Kedutaan Besar Australia dan Kepala Daerah dari Bulungan dan Malinau. “ Kami sangat mendukung sepenuhnya program literasi dasar yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan yang secara teknis dibantu langsung oleh INOVASI. Kami akan membuat beberapa kebijakan untuk sekolah dan desa, memberikan biaya anggaran sesuai kebutuhan, agar target yang sudah dibuat dapat tercapai secara maksimal.” Tanggapan Markus, Wakil Bupati KTT. Kamis,(14/5/2020)
Jafar melaporkan, untuk mendapatkan data awal, kami melakukan pengukuran keterampilan membaca bagi siswa SD. Kegitan ini dilakukan pada tanggal 4 - 12 Maret 2020. Pengukuran ini mengambil sampel lebih dari 30% siswa SD, dari kelas 1 sampai kelas 6. Kemampuan yang diukur adalah literasi dasar dan pemahaman bacaan. Dari hasil tes tersebut diketahui bahwa sebagian besar atau 81% siswa SD di Tana Tidung lulus tes literasi dasar. Siswa tersebut sudah bisa mengenali huruf, suku kata dan kata. Namun setelah mengikuti tes pemahaman, diketahui kemampuan memahami bacaannya masih rendah. Kami menemukan misalnya di kelas 6 SD, hanya 45 persen siswa yang mampu menjawab dengan 5 pertanyaan dari sebuah cerita sederhana. Bagi kami ini adalah masalah serius, karena tanpa keterampilan memahami makna sebuah bacaan, tidak mungkin anak-anak kami bisa menangkap esensi pembelajaran dengan baik. Kemampuan pemahaman inilah, yang menjadi fokus kegiatan literasi Tana Tidung untuk ditingkatkan.” Tambahnya
Jafar lanjut melaporkan, dari kondisi tersebut, kami metargetkan peningkatan kemampuan pemahaman bacaan minimal 30% di tingkat SD pada tahun 2021. Kami targetkan kemampuan tersebut di kelas 2 dari 24% naik menjadi 54%, kelas 3 dari 37% menjadi 67%, kelas 4 dari 41% menjadi 71%, dan kela 5 dari 47% menjadi 77%. “Untuk mencapai target tersebut, kami menggunakan 3 strategi, yang pertama peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan guru berbasis KKG. Kedua, Peningkatan budaya membaca. Dan yang ketiga adalah penanganan anak lamban membaca dengan layanan khusus. Kami sangat yakin dengan ketiga strategi ini pemahaman membaca siswa kami akan meningkat. “tukas Jafar
Ketiga strategi tersebut dijalankan dalam kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Kegiatan persiapan sudah dilakukan seperti kunjungan belajar ke Bulungan pada 2 – 4 Februari 2020. Ada 30 orang Kepala Sekolah dan 30 guru fasilitator dan pengawas berkunjung ke 4 sekolah dan 2 TBM binaan INOVASI. Sedangkan kegiatan pelaksanaan diantaranya Pelatihan ToTfasilitator yang akan dilaksanakan setelah pandemi Covid-19 berlalu, pembentukan paguyuban kelaspun sudah terbentuk sebanyak 20 paguyuban sekolah. Sinergi dengan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat, saat ini sekitar 11 desa di 3 dari 5 kecamatan sudah dilakukan sosialisasi fungsi TBM. Sedangkan suplai buku sudah ada 1.700 eksemplar buku cerita anak baru, terdiri dari 24 judul buku akan terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan APBD, dana desa, CSR, dan sukarela masyarakat. Selanjutnya kegiatan monitoring dan evaluasi berupa pengukuran data awal (baseline), data tengah (midline) dan data akhir (endline).
“Pada tahun 2020 – 2021, kami akan melaksanakan pelatihan literasi untuk 128 guru kelas awal. Sasaranya 30 sekolah yang tergabung dalam 6 gugus KKG di 5 kecamatan. Pada tahun ini, kami menyiapkan anggaran sebesar Rp. 500 juta untuk membiayai kegiatan ToTfasilitator gugus di tingkat gugus, rapat koordinasi dan monitoring & evaluasi. Selanjutnya untuk menuntaskan tingkat pemahaman membaca pada kelas tinggi dan jenjang menengah pada tahun 2021, kami menganggarkan 500 juta untuk program literasi kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6) serta 500 juta untuk program literasi jenjang SMP. “Ungkap Jafar.
21 Apr 2026
20 Apr 2026
18 Apr 2026
18 Apr 2026
17 Apr 2026
17 Apr 2026
16 Apr 2026
16 Apr 2026