TANA TIDUNG – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tana Tidung menyelenggarakan Pelatihan tenaga Fasilitator lapangan (TFL) dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang diselenggarakan di Gedung Bepokot Kecamatan Sesayap dengan Narasumber dari Konsultan Individual tenaga ahli DAK satker penyehatan lingkungan permukiman berbasis masyarakat kemenPUPR Bapak Khairun, SE.,M.Si dan Bapak Hendra Kurniawan, A.Md.,S.Pd.. Kamis 26/07/2018
Pada Kegiatan Tersebut turut hadir Wakil Bupati Tana Tidung Bapak Markus, SE.,MM, Sekretaris Daerah Tana Tidung Bapak Drs. H. M. Yusuf Badrun, M.Ap, Asisten Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bapak Drs. H. Ibrahim Adam, M.Si, Para Kepala OPD, Para Camat, serta Para Kepala Desa Se Kabupaten Tana Tidung.
Kepala Bidang Cipta Karya Bapak Andi Prasetyo, ST dalam sambutannya menjelaskan “Kegiatan Pelatihan tenaga Fasilitator lapangan (TFL) dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) akan dilaksanakan dua hari yang dimulai hari ini tanggal 26 Juli 2018 sampai dengan besok tanggal 27 Juli 2018”
Tambahnya “ Kegiatan ini didasari dengan adanya pelaksanaan kegiatan penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin, kegiatan pembangunan MCK kombinasi dan IPAL komunal melalui Dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2018 yang dilaksanakan dibeberapa desa di Kabupaten Tana Tidung”. Jelas Andi
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) berjumlah 5 orang yang terdiri dari TFL teknis 2 orang TFL Pemberdayaan 3 orang dan Kelompol Swadaya Masyarakat (KSM) dari 7 lokasi berjumlah 33 orang yang terdiri dari KSM Desa Sesayap, KSM Desa Sepala Dalung, KSM Seludau, KSM Desa Rian, KSM Desa Limbu Sedulun, KSM Pesantren Al-Khairat, dan KSM Pesantren Hidayatullah. Jelas Kepala Bidang Cipta Karya Bapak Andi Prasetyo
Wakil Bupati Tana Tidung Bapak Markus, SE.,MM dalam sambutannya mengatakan “Dalam rangka mendukung program sanitasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dalam rangka menuju 100% maka akses pendukung terhadap sarana dan prasarana air limbah pemukiman pada dasarnya erat kaitannya dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, sosial budaya serta kemiskinan.”
Hasil berbagai pengamatan dan penelitian membuktikan bahwa semakin besar akses penduduk kepada fasilitas sanitasi (Air limbah pemukiman, persampahan dan drainase lingkungan) serta pemahaman tentang hygiene semakin kecil kemungkinan terjadinya kasus penyebaran penyakit melalui media air dan tanah. Jelas Wabub
Untuk Itu, diperlukan upaya-upaya terobosan yang menjamin keberlanjut pengelolaan melalui penekanan perubahan perilaku dan pola hidup masyarakat untuk dapat lebih bersih dan sehat dengan melibatkan masyarakat secara utuh sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai dengan pengelolaan sarana agar terciptanya lingkungan pemukiman yang sehat berkelanjutan.
Oleh karena itu bagi TFL dan KSM agar betul-betul mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya supaya dapat memahami peran sertanya dalam merealisasikan tugas dan fungsinya dilapangan sehingga apa yang kita perbuat betul-betul berguna bagi masyarakat. Tutur Wabub saat sambutannya yang sekaligus membuka jalannya kegiatan
22 Apr 2026
21 Apr 2026
21 Apr 2026
21 Apr 2026
20 Apr 2026
20 Apr 2026
18 Apr 2026
18 Apr 2026