Tideng Pale, TPemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXII Tahun 2018 dan Hari Pendidikan Nasional ke-96 yang diikuti seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Para Guru SD, SMP, dan SMA, di halaman Gedung Pendopo Djaparuddin, Rabu (02/5/2018) pagi.
Upacara kali ini ada yang berbeda, seluruh petugas upacara didominasi oleh wanita dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tana Tidung.
Wakil Bupati Tana Tidung Markus, SE.,MM menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah 2018 dan Hari Pendidikan Nasional. Peringatan hari otonomi daerah mengambil tema “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokrasi”.
Wakil Bupati Tana Tidung Markus, SE.,MM membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dalam amanatnya, Tjahjo berpesan agar kepala daerah tidak takut berinovasi.
Penyelenggaraan otonomi daerah bertujuan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi, dan terpercaya yang menjadi syarat utama terwujudnya otonomi daerah melalui peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Penyelenggaraan otonomi daerah yang bersih merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah proses demokrasi, karena hal ini menjadi syarat mutlak untuk pembangunan yang menyeluruh dan berimbang,” ujar Markus saat bacakan pidato amanat Menteri Dalam Negeri.
Wakil Bupati menambahkan, pemerintah seharusnya menyadari bahwa inovasi daerah di satu sisi merupakan peluang bagi daerah untuk berkreativitas dan bekarya untuk melahirkan ide dan gagasan dalam rangka menciptakan terobosan baru untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah.
Inovasi daerah bukan hanya mampu menjadikan berbagai persoalan di daerah untuk meningkatkan daya saing daerah, dan juga sebagai gerbang menuju kesejahteraan, serta menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing di dunia, ungkap Wakil Bupati Tana Tidung menguitp amanat Menteri Dalam Negeri.
Ditegaskan oleh Mendagri, “kepada semua Kepala Daerah dan Perangkat Daerah jangan takut untuk berinovasi. Sudah ada jaminan perlindungan hukum, bahwa inovasi tak bisa dipidanakan. Inovasi di daerah bukan hanya mampu menjadi solusi berbagai persoalan di daerah, meningkatkan daya saing daerah, serta gerbang menuju kesejahteraan, tetapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa kita di dunia. Selama inovasi daerah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan, pemerintah dan saya selaku Menteri Dalam Negeri menjadi yang terdepan melindungi semua kebijakan inovasi di daerah”, tegasnya.
“tidak bisa dipungkiri selama 22 tahun implementasi otonomi daerah, sudah banyak hal positif yang dirasakan rakyat Indonesia, antara lain pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai potensi daerah, otonomi daerah telah mendorong adanya proses pengambilan keputusan publik yang telah partisipatif juga demokratis lewat pemilihan Kepala Daerah”, terangnya.
Kemudian diakhir sambutannya Mendagri berharap peringatan Hari Otonomi Daerah ini bukan sekedar seremoni belaka, tetapi menjadi momentum bagi kita mengevaluasi sudah sejauh mana penyelenggaraan otonomi daerah bermuara kepada kesejahteraan masyarakat disetiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri Wakil Bupati melanjutkan membaca sambutan Mendikbud RI. Dalam memperingati hari Pendidikan Nasional pada tahun ini mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajkan Kebudayaan”. Wakil Bupati mengatakan di Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas) dapat dijadikan momentum untuk terus berkomitmen membangun Pendidikan Nasional, lebih lanjut Wakil Bupati juga menuturkan, kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional saat ini masih jauh dari yang dicita-citakan. Oleh sebab itu, pemerintah saat ini terus melakukan usaha keras guna memperluas akses pendidikan yang berkualitas.
“Pemerintah telah berupaya menunjang pendidikan dan kebudayaan nasional juga lewat pembangunan infrastruktur, selain itu dilakukan pula pembangunan sumber daya manusia agar menjadi modal yang handal dan siap menghadapi perubahan zaman,” jelas Wakil Bupati Tana Tidung.
Pada sambutannya, Markus, SE., MM menambahkan, dalam penguatan SDM, Kemendikbud RI telah menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi.
Misi tersebut dianggap sejalan dengan revolusi karakter bangsa yang diamanahkan dalam gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
“Hal ini memerlukan keterlibatan semua komponen bangsa, seperti Ki Hajar Dewantara yang menempatkan semua ini dalam tripusat pendidikan, yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat,”.
22 Apr 2026
21 Apr 2026
21 Apr 2026
21 Apr 2026
20 Apr 2026
20 Apr 2026
18 Apr 2026
18 Apr 2026