Rapat koordinasi dua hari (17-18 Desember 2019) yang digelar oleh Disdikbud Kabupaten Tana Tidung (KTT) telah menghasilkan desain program peningkatan mutu pendidikan di level SD. Program ini akan meningkatkan keterampilan literasi kelas awal di 30 SD/MI. Ada tiga strategi yang akan diimplementasikan yaitu: pelatihan guru, peningkatan budaya membaca dan layanan khusus bagi anak yang lamban membaca (slow leaner).”Kita targetkan kemampuan membaca siswa kelas awal di KTT bisa meningkat,” kata Usman, Sekretaris Disdikbud KTT di Tidung Pale, KTT, Rabu (18/12).
Rendahnya keterampilan membaca siswa SD, menjadi tantangan pendidikan di Indonesia. Hasil Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) yang dirilis Kemendikbud tahun 2016, menunjukkan 46,83 persen siswa kelas 4 SD di Indonesia, belum memiliki keterampilan membaca yang baik. Bahkan di Kaltara, kemampuan membaca siswa SD masih berada dua poin di bawah rata-rata nasional. Meningkatkan keterampilan membaca siswa SD merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Lebih lanjut Usman mengatakan hanya dengan terampil membaca, anak mampu mempelajari semua mata pelajaran, menguasai keterampilan dan berprestasi. Keterampilan ini harus dikuasai anak, paling lambat saat kelas 3 SD. “Guna memastikan anak memiliki keterampilan membaca, perlu sebuah program literasi yang terencana dan terukur,” tambahnya.
Dalam merancang program literasi kelas awal, Disdikbud KTT dibantu Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). INOVASI merupakan program kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia. Program ini didesain untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya pada bidang literasi, numerasi dan inklusi. Di Kaltara program INOVASI bermitra dengan Kabupaten Bulungan dan Malinau.”Walau KTT bukan daerah mitra, namun kami mendapat bantuan teknis dari INOVASI untuk mendesain dan mengimplementasikan program literasi,” tambahnya.
Provincial Communication Officer INOVASI Kaltara, Erix Hutasoit, mengapresiasi komitmen KTT untuk meningkatan mutu pendidikan dasar. Ia sangat terkesan dengan pembangunan pendidikan di KTT. Pembangunan sarana pendidikan yang massif menunjukkan keseriusan KTT mempersiapan sumberdaya manusia yang berkualitas.”KTT sudah sangat maju dari segi infrastruktur, sehingga kini bisa fokus kepada peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.
Erix mengatakan tiga strategi yang akan diimplementasikan di KTT, sudah diujicobakan INOVASI di kabupaten Bulungan dan Malinau. Hasilnya terbukti meningkatkan kemampuan membaca siswa SD. Ia merujuk hasil pengukuran akhir (endline) program INOVASI di Bulungan. Jumlah anak yang lulus tes literasi dasar di Bulungan, terus bertambah. Jika pada akhir 2017 hanya 57 persen siswa yang bisa lulus, maka di Agustus 2019 angka itu melonjak menjadi 94 persen. “Materi uji literasi dasar meliputi pengenalan huruf, pengenalan suku-kata, dan pengenalan kata,” terang Erix.
Ia mengatakan dari segi kecepatan ketuntasan kompetensi literasi dasar, Bulungan berhasil memangkas waktu pencapaian. Jika pada tahun 2017, dibutuhkan dua tahun untuk meningkatkan jumlah anak yang terampil membaca, dari 17 persen di kelas 1 menjadi 84 persen di kelas 3. Maka setelah kombinasi 3 strategi dijalankan, hanya butuh satu tahun saja, jumlah anak yang lulus literasi dasar sudah meningkat menjadi 87 persen.
“Saya percaya hasil yang sama bisa dicapai di KTT. Dengan komitmen dan dukungan semua pihak, mutu pendidikan di KTT bisa menjadi yang terbaik di masa depan,” terangnya.
21 Apr 2026
20 Apr 2026
18 Apr 2026
18 Apr 2026
17 Apr 2026
17 Apr 2026
16 Apr 2026
16 Apr 2026