Pesparawi Kabupaten Tana Tidung

Tideng Pale, Bupati Tana Tidung membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Tana Tidung Tahun 2017 yang diikuti 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kecamatan Betayau, Kecamatan Muruk Rian dan Kecamatan Tana Lia dengan dominasi gereja yang berbeda-beda. Pelaksanaan Pesparawi dilaksanakan di Gedung Djaparudin, kamis (21/09/2017).

Untuk kegiatan pesparawi tahun ini selain sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan 3 tahun sekali juga merupakan bagian dari pelaksanaan pesta rakyat dan budaya tahun 2017 yang diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 dan HUT Kabupaten Tana Tidung ke-10. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari (21-22 September 2017).

javascript:void(0)

Tema Pesparawi tahun ini, “mataku tetap terarah kepada Tuhan, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring”, (Mazmur 25 : 18). Dengan subtema melalui Pesparawai Gereja membaharui mental dan komitmen untuk membebaskan masyarakat dari jaring kemiskinan dan kerusakan lingkungan, demi Indonesia baru.

Pesparawi ini diikuti oleh gereja-gereja yang ada di Kabupaten Tana Tidung. Walaupun berbeda-beda gereja, masing-masing pemeluk agama harus dapat saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dengan cara itu juga tercipta kedamaian dalam kehidupan sehari-hari dan kita yakin bahwa agama yang berbeda-beda menjadi perekat dan pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tana Tidung.

Hadir dalam kesempatan ini, Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kabag Kesra, Kabag Tapem, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan serta camat se-Kabupaten Tana Tidung.

Bupati Tana Tidung H. Undunsyah dalam sambutannya menyampaikan beberapa harapannya, Pertama, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa kegiatan pesparawi ini merupakan kegiatan kerohanian terutama bagi umat nasrani. Oleh karenanya kegiatan ini semoga bisa menjadi salah satu upaya membina iman umat kristiani sehingga semakin kuat. Kedua, dengan adanya kegiatan ini mampu menggugah rasa toleransi dan kebersamaan sebagai suatu bangsa yang memiliki keberagaman serta dapat menangkal paham radikal dan bahaya narkoba khususnya dikalangan generasi muda.

Lanjutnya, demikian juga dengan keberagaman, kiranya tidak menjadi penghalang namun dapat menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman yang ada semoga dapat menjadi pemersatu, inilah yang menjadi makna dari bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Hal ini dapat digambarkan dimana ketika ada suatu paduan suara yang sedang menyanyikan lagu, tentu saja terdiri dari berbagai warna suara yang berbeda-beda, dengan nada tinggi, rendah namun mampu terjalin dalam suatu harmoni yang indah”, ungkapnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati Tana Tidung kembali mengingatkan, bahwa rangkaian pesta rakyat dan budaya Kabupaten Tana Tidung belum berakhir, masih banyak kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan dimana acara penutupan nantinya akan dilaksanakan pada akhir minggu ini.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan karena jika bukan sekarang kapan lagi mengambil bagian sebagai bagian dari Kab Tana Tidung. Mari kita bersatu padu dan upaya meningkatkan kualitas pembangunan diberbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat”, tutupnya.

Dalam Pesparawi tahun 2017 ini akan dibuka 5 cabang lomba, dengan kategori sebagai berikut : paduan suara dewasa campuran, vocal group, solois remaja/pemuda,  solois anak putra putri 10-13 tahun,  solois anak putra putri 7-9 tahun.

Lagu wajib paduan suara dewasa campuran, mazmur 150, lagu pilihan Biarlah Semua Memuji Tuhan. Paduan suara dewasa campuran diikuti oleh 5 kecamatan.

Selaku dewan juri Pesparawi Kabupaten Tana Tidung Tahun 2017 diambil dari luar Kabupaten, diantaranya, Tony Mulumbot (Makasar), Simon Petrus Tarigan (Malinau) dan Pdt Mudi Ikin (Bulungan).

Dewan juri Pdt Mudi Ikin menyampaikan bahwa perkembangan Pesparawi tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu dan alangkah baiknya ditingkatkan di masa yang akan datang. Peran serta dari seluruh gereja-gereja diharapkan untuk mengikuti dengan gembira, penuh kebersamaan dan kasih karena ini merupakan doa dan persembahan kita kepada Tuhan.


Kalender

Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Berita Terbaru

Label